Gorontalo, pagata.id – Polemik dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama oknum ASN berinisial MAR, yang berdinas di salah satu instansi di Kabupaten Gorontalo Utara, kembali memasuki babak baru. Setelah beberapa hari dibicarakan, pihak MAR akhirnya muncul di hadapan media dengan menggelar konferensi pers pada 14 November 2025.
Namun dibalik konferensi itu malah suasana kembali memanas setelah sebuah akun Facebook bernama @gtlo.karlota yang dikenal luas oleh warganet lokal karena unggahan kontroversialnya, menayangkan sebuah postingan yang kembali menyeret nama MAR. Dalam unggahan itu, akun tersebut menuliskan:
“Viral!!! Beredar video Amin dan Yayi di dalam kamar hotel bersama seorang wanita diduga korban Amin yang lain. Bukannya empati, Amin malah gembira.” tulisan dalam unggahan gambar, minggu (16/11/2025)
Akun tersebut mengunggah gambar tangkapan layar sebuah video yang menampilkan situasi di dalam kamar hotel, disertai narasi yang kembali menyeret nama MAR.
Unggahan itu memuat potongan percakapan antara seorang saksi dari MAR berinisial Y, serta sosok wanita yang disebut sebagai “A”, yang terekam dalam suasana yang kemudian ditafsirkan publik sebagai bagian dari rangkaian kasus yang tengah berjalan.

Tak hanya itu, unggahan tersebut disertai kalimat bernada keras yang menyoroti sikap pemerintah dan lembaga terkait:
“Memang lebih keji dari bin***g. KEMENDAGRI, GUBERNUR GORONTALO, BUPATI GORUT, masih mo badiam ngoni? Keparat satu ini jelas-jelas memakai Seragam Kebanggaan KORPRI dalam situasi seperti ini.”
Konten tersebut dengan cepat menyebar luas. Berdasarkan pantauan redaksi, unggahan itu telah dibagikan lebih dari 300 kali dan mendapat ratusan komentar, menunjukkan bagaimana publik terus mengikuti perkembangan kasus ini dari berbagai arah, baik melalui konferensi pers resmi maupun informasi yang beredar di media sosial.
Dengan munculnnya video yang diduga memperlihatkan interaksi tersebut membuat kegelisahan publik di Gorontalo memuncak. Banyak netizen hingga masyarakat menilai rekaman ini memperburuk citra ASN di tanah yang selama ini dikenal dengan Serambi Madinah.
Terlebih, Gorontalo dalam catatan sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai keagamaan, moral, dan keadilan, kini merasa dicoreng oleh beredarnya konten yang dinilai tidak pantas dan semakin memperkeruh kasus yang tengah bergulir.
Di berbagai lini komentarpun, kemarahan masyarakat tak terbendung. Warganet menuntut kejelasan, transparansi, dan penanganan hukum yang nyata, sembari berharap proses yang berlangsung dapat berjalan sesuai aturan dan tidak menyisakan keraguan publik.
Bagi publik, video tersebut menunjukkan bahwa kasus ini tidak sederhana dan masih menyisakan banyak hal yang perlu dijelaskan, sehingganya muncul kegelisahan yang semakin besar: bagaimana proses kasus ini akan berjalan, dan kapan kebenaran yang sebenarnya bisa diketahui masyarakat.? (pd)







