Boalemo, pagata.id – Terlihat momen penuh yang menyelimuti kesedihan di halaman SDN 13 Tilamuta saat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo, Irwan Dai, menghadiri acara yang menjadi di antara salah satu rangkaian terakhir bersama para pegawai, Senin 24 November 2025.
Acara tasyakuran pegawai PPPK paruh waktu yang dirangkaikan dengan perayaan ulang tahun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Irwan Dai, menjadi awal dari suasana yang membawa seluruh pegawai di lingkungkan dinas tersebut larut dalam kesedihan dan rasa kehilangan mendalam.
Di antara doa dan ucapan selamat, banyak yang tak mampu menahan kesadaran bahwa perayaan ini menjadi salah satu kebersamaan terakhir bersama pemimpin yang selama ini di ketahui kurang lebih dari empat tahun telah memimpin mereka dengan hati dan ketulusan.
Dalam suasana penuh haru itu, pegawai mulai memahami bahwa masa purna bakti Kadis Irwan Dai bukan sekadar pergantian posisi, tetapi perpisahan dari seorang pemimpin yang selama ini menjadi teladan di sektor Pendidikan dan Kebudayaan diwilayah Kabupaten Boalemo.
Selama kurang lebih empat tahun pengabdiannya, Kadis Irwan Dai dikenal sebagai pimpinan yang dekat dengan pegawai, merangkul setiap bidang, dan memberikan perhatian yang sama baik kepada staf maupun jajaran struktural. Kebersahajaan dan komitmennya meninggalkan jejak yang sulit terhapus dalam potret di lingkungan baik dinas maupun tenaga pendidik.
Dalam momen penuh kesedihan itu, hadir pula saat bersamaan, Risman Bantahari yang selama ini menjabat Sekretaris Dinas, yang baru saja resmi dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Boalemo yang sebelumnya juga menduduki Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Sementara itu, hadir juga Abdul Faris Babuta, yang sebelumnya memiliki jabatan Kepala Bidang Kebudayaan, telah menerima amanah baru sebagai Camat Tilamuta, setelah keduanya dilantik langsung bersamaan oleh Bupati Boalemo pada pagi hari.
Kehadiran dua pejabat ini menambah suasana haru, menunjukkan betapa kuatnya ikatan kebersamaan yang telah terbentuk di bawah kepemimpinan Irwan Dai.
Para pegawai maju satu per satu sambil berjabat tangan, memeluk, serta memberikan ucapan dan doa bagi Irwan Dai. Setiap pelukan yang diberikan terasa penuh kehangatan namun sekaligus berat, seakan mereka ingin menahan waktu agar perpisahan itu tidak perlu terjadi begitu cepat.
Air mata tampak menetes di beberapa wajah para undangan yang semapat hadir pada kegiatan tersebut. Seluruh pegawai, dari staf, hingga pegawai PPPK tampak menyampaikan salam terakhir dengan suara yang tak bisa ditahan. Di balik setiap ucapan doa, tersirat rasa sayang dan penghargaan yang besar bagi pemimpin yang akan mereka rindukan.
Meski memasuki masa purna bakti, pengaruh dan pengabdian Kadis Irwan Dai tidak berakhir di hari itu. Nilai kebersamaan yang ia bangun, perhatian yang ia berikan kepada seluruh bidang, dan dedikasi dalam memajukan pendidikan maupun kebudayaan yang ada di Boalemo akan menjadi warisan yang terus dikenang.
Momen perpisahan di SDN 13 Tilamuta itu akan lama tersimpan dalam ingatan para pegawai. Sebuah hari ketika pelukan, jabat tangan, dan doa menjadi saksi betapa mendalamnya rasa hormat kepada seorang pemimpin yang telah memberikan begitu banyak untuk dunia pendidikan di Kabupaten Boalemo. (pd)







