BOALEMO, pagata.id | Kabar kurang sedap soal kondisi keuangan Kabupaten Boalemo akhirnya pecah. Gak main-main, anggaran daerah baru saja kena “sunat” besar-besaran sampai hampir Rp90 miliar!
Angka fantastis ini jelas bikin fiskal daerah megap-megap dan memaksa pemda putar otak buat efisiensi.
Tapi, di tengah kabar suram itu, ada angin segar buat para abdi negara. Bupati Boalemo, Rum Pagau, pasang badan soal nasib Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Di saat daerah lain sudah angkat tangan dan menghapus TPP gara-gara bokek anggaran, Rum Pagau justru janji bakal tetap memperjuangkan hak ASN di Daerah IDAMAN tersebut.
“Di luar sana banyak yang sudah hapus TPP demi efisiensi. Tapi insyaallah, di Boalemo TPP bakal tetap cair,” tegas Rum Pagau dengan nada optimis saat memimpin apel perdana tahun 2026 di halaman kantor Bupati, Senin (5/1/2026).
Kinerja Jangan Ikut “Diskon” Meski kantong daerah lagi tipis, Rum Pagau minta mentalitas pelayanan publik jangan ikut-ikutan melorot.
Dirinya mewanti-wanti para ASN dan PPPK agar tetap disiplin dan gas pol dalam melayani masyarakat. Efisiensi anggaran, menurutnya, bukan alasan buat malas-malasan.
Sistem Kerja Baru: Senin-Rabu Ngantor, Kamis-Jumat WFH Nah, ini yang paling beda di tahun 2026. Sebagai bagian dari strategi efisiensi, pola kerja kantor mulai dirombak total bulan ini.
ASN Boalemo kini hanya wajib ngantor secara fisik di hari Senin dan Rabu. Sisanya, hari Kamis dan Jumat, mereka diperbolehkan kerja dari rumah alias Work From Home (WFH).
Tapi ingat, aturan “setengah kantor” ini gak berlaku buat semua orang. Petugas di garda terdepan seperti tenaga kesehatan di Rumah Sakit dan para guru di sekolah tetap wajib hadir setiap hari seperti biasa.
“Pelayanan dasar itu harga mati, mereka tetap kerja normal karena masyarakat butuh mereka setiap saat,” pungkasnya. (pd)







