BOALEMO, pagata.id | Jangan main-main dengan nyawa siswa! Merespons temuan ‘ngeri’ Bupati Rum Pagau soal bangunan sekolah yang bobrok, Komisi III DPRD Boalemo langsung gercep melakukan sidak ke SMPN 3 Mananggu.
Hasilnya? Kondisi fisik sekolah memang jauh dari standar dan diduga kuat dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis. Proyek rehabilitasi yang seharusnya bikin nyaman malah jadi ancaman keselamatan.
Kinerja dipertanyakan.? Meski pihak kontraktor mulai menunjukkan itikad baik untuk memperbaiki, DPRD Boalemo kadung meradang. Sasaran utamanya Konsultan Perencana dan Pengawas.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Boalemo, Arman Naway, terang-terangan menyebut kegagalan ini adalah akibat konsultan yang tidak becus bekerja di lapangan.
“Kami lihat ada itikad baik dari kontraktor untuk memperbaiki. Tapi catatan kami, konsultan perencana dan pengawas kurang jeli dalam bekerja,” tegas Arman. Kamis (8/1/2026)
Tak berhenti di SMPN 3 Mananggu, DPRD kini memperluas penelusuran. Arman menegaskan pihaknya telah meminta data seluruh sekolah yang dikerjakan pada tahun yang sama dan diawasi oleh konsultan pengawas yang sama.
“Kami juga sudah meminta data sekolah-sekolah yang dikerjakan di tahun yang sama dan diawasi oleh konsultan pengawas,” lanjutnya.
Terkait SMP 10 dan SMP 12 Paguyaman yang sebelumnya juga disebut memiliki temuan serupa, DPRD menegaskan hal itu belum disimpulkan dan masih akan dipastikan kembali melalui pengecekan lapangan. (pd)







