GORONTALO, pagata.id | Persoalan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan terus menjadi perhatian serius jajaran legislatif Kota Gorontalo.
Upaya mewujudkan lingkungan yang asri kini difokuskan pada optimalisasi fasilitas pengolahan limbah berbasis pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan.
Olehnya Anggota Komisi III DPRD Kota Gorontalo, Sherly Djou, melakukan peninjauan intensif terhadap efektivitas pengelolaan limbah di wilayah Kecamatan Kota Timur dan Kota Selatan dalam rangkaian reses masa persidangan tahun 2026.
Langkah ini diambil untuk memastikan program bank sampah tidak sekadar menjadi tempat penampungan, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan dan ekonomi sirkular warga.
Selama tiga hari kunjungan hingga Minggu (22/2/2026), bersama jajaran Anggota DPRD Kota Gorontalo daerah pemilihan (Dapil) 4 , Sherly menyasar berbagai titik krusial, termasuk Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di wilayah Wonggaditi Timur.
Selain meninjau aktivitas daur ulang, legislator daerah pemilihan (Dapil) 4 ini juga menyerap aspirasi langsung terkait minimnya fasilitas pendukung kebersihan yang dikeluhkan masyarakat.
“Reses ini kami lakukan untuk memastikan bank sampah benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Selain menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, sistem ini harus membantu warga dalam mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang bernilai guna,” ujarnya
Selain isu lingkungan, kunjungan kerja ini mengungkap sejumlah persoalan infrastruktur yang mendesak. Dirinya mencatat kondisi beberapa ruas jalan dan kantor lurah yang dinilai sudah tidak layak huni sehingga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah kota.
Anggota legislatif dari Fraksi Partai NasDem itu mengungkapkan kembali, pada seluruh temuan lapangan ini ditegaskan akan menjadi prioritas dalam pembahasan anggaran untuk mendorong percepatan perbaikan fasilitas publik dan penguatan program kota bersih di Gorontalo. (pd)







