BOALEMO, pagata.id|Ada jabat tangan erat dan tawa lepas yang hadir secara alami, menggambarkan sebuah harmoni sederhana antara pemimpin dan masyarakatnya di bawah naungan bulan suci.
Semangat kebersamaan inilah yang kemudian menjadi ruh utama dalam perhelatan akbar di tengah masyarakat.
Momen tersebut sekaligus menandai kehadiran Ramadhan Fair 2026 yang diinisiasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo, yang sukses menyatukan semangat ibadah dengan geliat ekonomi masyarakat.
Berpusat di Boalemo pada Sabtu (7/3/2026), agenda ini hadir untuk menyemarakkan suasana sekaligus menjadi motor penggerak bagi pelaku UMKM lokal.
Kemeriahan acara ini pun terekam dalam momen penuh kehangatan saat Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, turun langsung membaur bersama warga.
Keakraban tersebut memperlihatkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat di bulan penuh berkah ini.
Langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo yang menunjuk Kabupaten Boalemo sebagai pusat Ramadhan Fair 2026 mendapat sambutan hangat.
Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, secara terbuka memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang memadukan sisi religius dan ekonomi kreatif ini.
Menurutnya, kehadiran event ini bukan sekadar seremoni pengisi waktu luang di bulan suci, melainkan panggung nyata bagi warga lokal untuk bergerak lebih produktif.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Boalemo menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada MUI Provinsi Gorontalo yang telah melaksanakan Ramadhan Fair di Boalemo. Kegiatan ini tentu sangat positif dalam menyemarakkan Ramadhan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Wabup Lahmuddin
Beliau pun menaruh harapan besar agar semangat kolaborasi seperti ini bisa terus berjalan secara konsisten, karena manfaatnya yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat luas.
Menutup pernyataannya, Wabup Lahmuddin menegaskan komitmen Pemkab Boalemo untuk selalu mendukung penuh setiap agenda keagamaan dan sosial yang mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah serta mendorong peran aktif umat dalam pembangunan daerah. (**)







