BOALEMO, pagata.id | Bulan suci Ramadhan menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk mengevaluasi total integritas para aparatur sipil negara.
Menjalankan amanah rakyat bukan hanya soal status, tapi bukti nyata melalui kedisiplinan di lapangan.
Hal itu ditekankan Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, di sela-sela kegiatan safari ramahdan bersama Masyarakat Desa Pangi, Kecamatan Dulupi. Selasa (24/2/2026).
Dirinya menginstruksikan BKPSDM untuk bertindak berani mencoret pegawai yang hanya ‘numpang nama’ namun minim kehadiran.
Terutama bagi tenaga P3K paruh waktu, Lahmuddin meminta agar sistem pengawasan tidak lagi memberi celah bagi mereka yang hobi mangkir dari tugas.
“Pegawai paruh waktu yang jarang absen itu lebih mudah dipantau. Kalau dia berbohong, Bapak (Kepala BKPSDM red) hapuskan saja dia, jangan masukkan dalam daftar kepegawaian,” tegas Lahmuddin.
Bagi Wabup Lahmuddin, bulan Ramadhan adalah momen yang tepat untuk membersihkan lingkungan pemerintahan dari praktik laporan kehadiran palsu yang merugikan daerah.
“Siapa yang tidak masuk, bagaimana statusnya? Kalau dia bohong, hapuskan saja. Ini tugas Kepala Badan Kepegawaian untuk mengevaluasi,” tambahnya
Langkah ini diambil demi memastikan seluruh aparatur daerah bekerja profesional dan jujur dalam melayani masyarakat Boalemo.
“Intinya, kita butuh yang mau bekerja. Kalau hanya numpang nama dan malas-malasan, lebih baik tidak usah ada di sistem,” pungkas Lahmuddin. (pd)







