BOALEMO, pagata.id | Ada suasana tersendiri yang tergambar saat Syarif Mbuinga berdiri di tengah hangatnya silaturahmi yang menyelimuti Rumah Jabatan Wakil Bupati Boalemo, Senin (16/3/2026).
Di sela sambutan agenda buka puasa bersama masyarakat, Pria yang akrab disapa “Pasisa” ini tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat kembali menginjakkan kaki di tengah masyarakat Boalemo dalam kapasitas yang berbeda.
Dalam penyampaiannya, Syarif mengungkapkan bahwa hadir di ruang pertemuan tersebut mengingatkannya pada memori satu dekade lalu saat ia masih aktif memimpin daerah tetangga, Pohuwato.
“2021 saya melepas jabatan sebagai Bupati Pohuwato. Baru kali ini saya hadir kembali dalam ruang yang sama seperti 10 tahun yang lampau saat saya menjadi Bupati,” ungkap Syarif di hadapan para tokoh yang hadir.
Meski kini telah berkiprah di Senayan sebagai Anggota DPD RI, Syarif tetap menekankan pentingnya hubungan emosional antara Boalemo dan Pohuwato sebagai dua daerah bersaudara.
Ia menegaskan bahwa kekompakan kedua wilayah ini adalah kunci utama untuk menghadapi tantangan ekonomi dan politik yang kian berat.
Syarif juga menyoroti kondisi bangsa yang sedang tidak menentu akibat dampak geopolitik global. Menurutnya, pengalaman memimpin daerah selama 10 tahun mengajarkannya bahwa kunci menghadapi krisis hanyalah satu pemerintah dan masyarakat harus solid.
“Kita sedang menghadapi ujian yang berat. Kata kuncinya, pemerintahan di seluruh entitas dan masyarakatnya harus solid dan kompak. Jika kita saling mengikhlaskan dan bersatu, tidak ada yang tidak mungkin untuk kemajuan Boalemo dan Pohuwato ke depan,” tambahnya.
Kehadiran politisi senior ini di Boalemo juga menjadi ajang mempererat silaturahmi di penghujung Ramadan. Syarif yang hadir atas undangan komunikasi intens dengan pihak pemerintah daerah, menutup sambutannya dengan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat.
“Insyaallah tinggal tersisa beberapa hari lagi kita menghadap Idulfitri. Atas nama pribadi dan keluarga, saya memohon maaf lahir dan batin,” pungkas sosok perwakilan Gorontalo itu
Kunjungan ini pun menjadi simbol bahwa pengabdian ‘Pasisa’ terus berlanjut, melampaui sekat jabatan demi merawat persaudaraan di bumi Gorontalo tercinta. (pd)







