BOALEMO, pagata.id | Memulai hari dengan rutinitas yang produktif kini menjadi standar baru bagi para aparatur di Kabupaten Boalemo.
Bukan lagi sekadar menggugurkan kewajiban absensi, namun ada penekanan pada keseimbangan antara kesiapan mental spiritual dan tindakan nyata di lapangan sebelum pelayanan publik dimulai.
Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, menegaskan bahwa pola penguatan spiritual melalui pengajian singkat setelah apel pagi harus tetap dijaga konsistensinya.
“Pengajian 10 menit sesudah apel harus tetap jalan, termasuk di kantor desa,” ujar Wabup Lahmuddin disela-sela sambutan pada agenda Safari Ramadhan oleh Pemkab Boalemo di Masjid Al-Magfirah Desa Tangga Jaya, Kecamatan Dulupi. Kamis (26/2/2026)
Bagi pemerintah daerah, durasi singkat tersebut merupakan modal penting untuk menjaga integritas para aparatur sebelum berhadapan langsung dengan urusan masyarakat.
Namun, instruksi terbaru kini menambah beban tanggung jawab para aparatur di pagi hari. Berdasarkan arahan langsung dari Presiden, setiap instansi diwajibkan menyisihkan waktu khusus untuk membenahi lingkungan sekitar kantor masing-masing.
“Setiap hari kerja mengambil waktu 30 menit sesudah melakukan pengajian Al-Qur’an untuk dilaksanakan bersih-bersih lingkungan,” ungkap Wabup.
Dirinya mengingatkan agar jangan sampai ada fasilitas kantor pemerintah, terutama di tingkat desa, yang terlihat kumuh atau tidak terawat di mata publik.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi taktis Pemda Boalemo dalam merespons tantangan pengelolaan sampah yang cukup dinamis, khususnya di wilayah Tilamuta.
Meski saat ini ketersediaan armada pengangkut masih menjadi kendala utama, pemerintah daerah memastikan bahwa upaya penambahan fasilitas terus diperjuangkan ke tingkat pusat dan provinsi.
“Pak Bupati sudah berusaha minta ke pusat, kementerian, dan provinsi. Insyaallah dalam waktu dekat akan ada tambahan armada,” jelasnya.
Dengan integrasi antara disiplin religi dan aksi kebersihan ini, Boalemo sedang mengupayakan transformasi budaya kerja yang lebih bersih, tertib, dan peka terhadap kondisi lingkungan. (**)







