BOALEMO, pagata.id | Pemerintah Kabupaten Boalemo menetapkan 35.126 jiwa masyarakat kategori desil 1 sebagai sasaran utama program Reforma Agraria 2026.
Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi aset dan akses ekonomi tepat sasaran pada kelompok masyarakat termiskin.
Sekda Boalemo, Nurdin, menegaskan bahwa sinkronisasi data kemiskinan ekstrem adalah kunci agar dampak kesejahteraan dari Reforma Agraria dapat dirasakan secara nyata.
“Kelompok masyarakat pada desil 1 ini harus menjadi prioritas, sehingga program Reforma Agraria benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan,” tegas Nurdin dalam Rakor GTRA di Kantor Pertanahan Boalemo, Kamis (30/4/2026).
Selain fokus pada kemiskinan, Pemkab Boalemo juga mematangkan rencana hilirisasi sektor peternakan di UPT Polohungo.
Kawasan ini akan diarahkan menjadi pusat parental stock dan hatchery melalui skema Kerjasama Pemanfaatan (KSP).
Nurdin menjelaskan bahwa aset lahan akan tetap milik pemerintah daerah dengan status Hak Guna Bangunan (HGB), namun pemanfaatannya dikerjasamakan dengan pihak profesional.
“Aset tetap milik pemerintah daerah, namun manfaat ekonominya berjalan melalui hilirisasi peternakan,” jelasnya.
Pihak Pemkab juga mengapresiasi dukungan Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang telah berkomitmen mendampingi masyarakat dalam pemanfaatan lahan pasca-sertifikasi guna mendongkrak ekonomi kerakyatan di Boalemo. (**)







