pagata.id | Kursi Kapolres Boalemo mendadak panas.! Baru saja resmi dilantik, nama AKBP Firman Taufik, S.I.K., langsung diserbu isu miring.
Entah siapa yang memulainya, tiba-tiba saja rekam jejaknya saat bertugas di Polda Gorontalo mendadak diungkit-ungkit lagi oleh publik.
Padahal kalau mau jujur, tembus sampai ke posisi Kapolres itu jalurnya bukan lewat giveaway atau jalur orang dalam, melainkan hasil proses seleksi super ketat di internal Polri
Bukannya baper, atau punpasang muka rata, apalagi sibuk membuat klarifikasi sepanjang jalan kenangan, respons AKBP Firman Taufik justru bikin geleng-geleng kepala.
Di hadapan awak media, ia menyikapi ‘gorengan’ isu miring dan gelombang serangan itu dengan gaya super cool, santai, dan penuh senyuman. Seolah-olah kritik ini dianggap angin lalu yang numpang lewat!
“Saat ini yang jadi prioritas utama saya cuma satu. gimana caranya pelayanan ke masyarakat bisa makin oke dan Boalemo tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ungkapnya sambil terkekeh santai.
Bagi perwira menengah ini, diserang kritik pasca menduduki jabatan strategis itu sudah makanan sehari-hari. Menurutnya, kalau takut disorot, mending jangan jadi pimpinan.
Tapi tunggu dulu, ia memberikan satu syarat menggelitik buat para pengkritiknya:
“Sangat wajar kalau saya dikritik, dan saya sama sekali bukan orang yang anti-kritik. Berada di posisi ini tentu bikin semua mata tertuju ke saya. Silakan kritik kalau memang ada yang kurang, asalkan kriterianya masuk akal, konstruktif, dan memang ada hubungannya sama tugas saya ya!” pangkasnya penuh penekanan tapi ramah.
Akankah AKBP Firman Taufik berhasil membungkam para pengkritiknya lewat gebrakan-gebrakan baru di Boalemo? Atau hmmm
Langkah dingin sang Kapolres ini sukses bikin suasana tegang jadi mencair. Tampaknya AKBP Firman ingin mengajarkan satu hal:
kritik itu jamu, tapi rumor tanpa dasar itu cuma bikin haus! Publik kini tinggal menanti, seberapa greget gebrakan pelayanan yang akan dihadirkan Kapolres baru ini di bumi Kota Idama. (pd)







