BOALEMO, pagata.id | Fasilitas pendidikan di Kabupaten Boalemo lagi-lagi bikin emosi. Bagaimana tidak.! Bayangkan, anggaran miliaran rupiah dikucurkan, tapi hasilnya? Zonk.
Laboratorium komputer di SMP Negeri 10 dan SMP Negeri 12 Paguyaman dilaporkan rusak sebelum benar-benar dipakai. Bangunan ada, fungsi nihil. Digitalisasi cuma jadi slogan. Padahal, bangunannya tergolong anyar!
Pola “Proyek Asal-Asalan” Terbongkar yang bikin panas, ini bukan kejadian tunggal. Sebelumnya, SMP Negeri 3 Mananggu juga lebih dulu mengalami hal serupa. Polanya mencurigakan: bangunan masih terbilang baru, tapi kualitasnya ambyar, jauh dari layak pakai.
Masalah ini langsung menjadi perhatian serius Bupati Boalemo, Rum Pagau. gercap respon cepat dan tegas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan langsung dipanggil, satu pesan ditekankan: kontraktor tidak boleh cuci tangan.
“Ini fasilitas untuk anak sekolah, bukan proyek asal jadi. Kalau pekerjaannya bermasalah, kontraktor wajib bertanggung jawab,” tegas Rum Pagau, Selasa (06/01/2026).
Menurutnya, kerusakan laboratorium komputer bukan soal sepele. Dampaknya nyata siswa kehilangan fasilitas belajar, sekolah dirugikan, dan anggaran negara terbuang percuma.
Orang yang nomor satu di Dearah IDAMAN itu melayangkan peringatan keras ke seluruh kontraktor proyek pemerintah, khususnya sektor pendidikan. Tak ada toleransi untuk pekerjaan yang melenceng dari spesifikasi.
“Saya tidak mau kejadian seperti ini berulang. Ini peringatan keras,” tandasnya.
Perlu dicatat, bukan lagi tidak.! pembangunan laboratorium komputer tersebut menelan anggaran lebih dari Rp1 miliar, bersumber dari DAK 2023, dikerjakan Agustus–Desember 2023, dan baru diserahkan ke sekolah pada 2024. Baru seumur jagung, sudah rusak.
Masalah tak berhenti di situ. Rum Pagau juga menyoroti insiden plafon jatuh di sejumlah sekolah. Isu keselamatan pun ikut mencuat.
Pesan keras itu kembali ditegaskan saat pelantikan kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Boalemo di Pendopo Kantor Bupati, Rabu (07/01/2026).
Di hadapan para kepsek, Bupati blak-blakan: plafon jatuh bukan musibah, tapi tanda pengawasan lemah.
“Kalau perencanaan asal-asalan, hasilnya pasti berbahaya,” kata Bupati Rum, Saat memberikan arahan pada kegiatan tersebut
Dirinya menekankan, kualitas material, standar konstruksi, dan daya tahan bangunan wajib jadi prioritas. Kepala sekolah juga diminta tak tutup mata terhadap kondisi fisik sekolah.
“Kerusakan kecil jangan disepelekan. Laporkan cepat. Jangan tunggu parah,” pesannya.
Sebagai langkah lanjutan, evaluasi total seluruh bangunan sekolah di Boalemo diperintahkan. Targetnya jelas: jangan sampai fasilitas pendidikan berubah jadi ancaman keselamatan. (pd)





























