Boalemo, pagata.id – Ketimpangan dalam pengelolaan lahan pertanian kembali mencuat di Kabupaten Boalemo. Di tengah semangat pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional, puluhan hektare sawah milik warga justru terancam gagal tanam.
Peristiwa ini terjadi di Desa Mekar Jaya Kecamatan Wonosari, di mana sekitar 50 hektare lahan persawahan tidak dapat diolah akibat rusaknya saluran irigasi dan bendungan utama yang menjadi sumber pengairan.
Kerusakan tersebut diduga kuat terjadi akibat aktivitas perbaikan lahan tebu oleh pihak PTPG. Akibatnya, masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian kini menghadapi ancaman gagal panen di musim tanam tahun ini.
Situasi ini mendapat perhatian sangat dari Anggota DPRD Kabupaten Boalemo, Muhamad Amin, yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra. Ia menilai persoalan tersebut bukan hanya menyangkut kepentingan lokal, melainkan dapat berdampak pada stabilitas pangan daerah dan bahkan mengancam misi besar ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto yang tengah digalakkan secara nasional.
Dalam keterangannya kepada media ini, Muhamad Amin menegaskan bahwa kerusakan saluran air dan bendungan bukanlah persoalan kecil.
Dirinya menyebut pola pengelolaan lahan oleh PTPG telah menunjukkan daya rusak yang serius dan berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha tani masyarakat Mekar Jaya.
“Daya rusak pola manajemen pengelolaan lahan oleh PTPG sudah pada skala serius. Jangan karena masyarakat kita ini pemaaf dan ahli dalam mengalah, lalu penanganan maupun mediasi terhadap masalah ini menjadi lamban,” tegas Muhamad Amin. Senin (10/11/2025)
Lebih lanjut, politisi yang dikenal dengan Legislator progresif ini, mendesak agar pemerintah dan aparat terkait segera turun tangan untuk memediasi dan memastikan hak-hak petani terlindungi.

Menurutnya, jika kondisi seperti ini dibiarkan, maka Misi Ketahanan Pangan Presiden Prabowo yang tertuang dalam Asta Cita akan sulit diwujudkan di daerah. Ia menekankan bahwa petani merupakan ujung tombak dari misi besar tersebut, sehingga hak dan kepentingan mereka harus dijaga secara serius oleh semua pihak.
“Saya harap Gubernur, Korem, Polda, Bupati, Kodim, dan Polres harus peka dan bertindak. Jangan biarkan rakyat kehilangan haknya untuk bercocok tanam. Mereka adalah ujung tombak keberhasilan Misi Asta Cita Presiden Prabowo,” ujarnya kembali.
Muhamad Amin juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau proyek industri, melainkan dari kemampuan pemerintah dalam melindungi dan menyejahterakan petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PTPG terkait dugaan sabotase dan kerusakan irigasi yang dikeluhkan warga. Namun DPRD Kabupaten Boalemo memastikan akan memantau langsung kondisi di lapangan dan mendorong langkah cepat penyelesaian agar aktivitas tanam petani Mekar Jaya dapat segera kembali berjalan normal.
“Jangan sampai karena kelalaian dalam mengelola lahan, rakyat yang menjadi korban, dan misi besar ketahanan pangan Presiden Prabowo ikut terancam,” tutupnya (pd)







