Boalemo, pagata.id – Setelah diberitakan dari media ini dan sempat jadi perbincangan hangat di media sosial, video yang memperlihatkan dua siswi diduga terlibat perkelahian kini mendapat klarifikasi dari pihak sekolah.
Video berdurasi singkat tersebut sebelumnya beredar luas di Facebook dan WhatsApp, memperlihatkan dua remaja perempuan saling tarik menarik rambut dan adu pukul, yang disebut berasal dari SMP Negeri 2 Paguyaman, Kabupaten Boalemo.
Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah akhirnya memberikan penjelasan resmi. Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Paguyaman, Husni Samantu, S.Pd, menegaskan bahwa pihaknya baru mengetahui adanya video tersebut setelah viral di media sosial dan memastikan kejadian itu tidak terjadi di lingkungan sekolah.
“Guru-guru satu pun tidak tahu dengan kejadian ini, apalagi saya. Hari Sabtu malam, tanggal 1 November 2025, setelah video itu muncul dan diberitakan oleh media, saya juga kaget. Tapi kejadian ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian dan sudah dilakukan BAP di Polsek Paguyaman,” ujar Husni saat di wawancarai, Kamis (6/11/2025).
Dirinya menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi di lingkungan sekolah dan bukan pada jam belajar. Salah satu siswi yang berkelahi dalam video itu bahkan berasal dari sekolah lain, yakni SMP Negeri 1 Tilamuta, bersama beberapa temannya yang datang ke lokasi kejadian.
“Setelah beredarnya video ini, diketahui salah satu siswi ini berasal dari sekolah lain bukan hanya siswi disini, jadi yang saling adu fisik itu siswi SMP 1 Tilamuta dan siswi disini, dan lokasi kejadian itu bukan di sekolah serta bukan pada jam pelajaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Husni mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, pertemuan antara kedua siswi tersebut sebelumnya bukan untuk berkelahi, namun situasi sempat memanas hingga berujung pada insiden fisik.
“Menurut keterangan dihadapan kepolisian, awalnya mereka hanya berencana bertemu, tapi karena emosi, akhirnya terjadi perkelahian,” tambahnya.
Meski demikian, Husni memastikan bahwa permasalahan antara kedua siswi telah diselesaikan secara damai dengan pendampingan orang tua masing-masing. Pihak kepolisian juga telah membuatkan surat pernyataan bersama agar kejadian serupa tidak terulang.
“Alhamdulillah, mereka sudah berdamai dan didampingi langsung oleh orang tua. Ada surat pernyataan yang dibuat di hadapan pihak kepolisian untuk tidak mengulangi perbuatan seperti ini lagi,” tutupnya.
Dari kejadian ini, Kepala Sekolah yang juga pernah menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 4 Paguyaman Pantai itu berharap agar seluruh pihak, baik guru maupun orang tua, dapat lebih memperhatikan pembinaan karakter peserta didik. Ia juga menegaskan kembali pentingnya kerja sama semua pihak dalam menjaga lingkungan pendidikan agar tetap kondusif, aman, dan membentuk generasi yang beretika serta berakhlak baik. (pd)







