pagata.id | Era kerja gaya santuy dengan prinsip yang penting kelihatan muka di kantor jangan dianggap modal, apalagi zaman sekarang kerja asal menggugurkan kewajiban itu siap-siap angkat koper.
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Boalemo kembali pasang mode super serius yang seribu sekian kali.
Nasib perpanjangan kontrak PPPK paruh waktu kini tak lagi dipegang oleh rasa kasihan atau bisikan atasan, melainkan murni di tangan algoritma data digital.
Jadi tak ada lagi ruang buat negosiasi apalagi andalkan orda (orang dalam) baik teman maupun saudara kalau catatan kinerjanya merah ya merah.
Kepala BKPSDM Kabupaten Boalemo, Rahmat Biya, mengungkapkan disela rapat bersama Komisi I DPRD Boalemo pada Senin, (3/82026) kemarin.
Dirinya menegaskan ketergantungan situasi mau dalam alasan apapun itu aplikasi e-Kinerja akan jadi penentu takdir para pegawai.

“Terkait perpanjangan PPPK, itu bergantung pada kehadiran yang dimuat di aplikasi e-Kinerja dan menjadi bahan evaluasi. PPPK paruh waktu yang hasil evaluasinya sangat rendah, kebijakan kami tidak akan memperpanjang masa kerjanya,” tegas Rahmat Biya seperti yang di kutip dari kawaltuntas.id
Ketegasan ini dijamin bukan sekadar gertakan dabu-dabu pake rica jawa (pidis memang), maka dari itu Kaban Rahmat menyampaikan bahwa.
Sistem e-Kinerja ini langsung terpantau ataupun terhubung secara live ke radar Badan Kepegawaian Negara pusat.
Artinya, kalau ada pejabat daerah yang nekat pasang badan demi menyelamatkan kawannya yang hobi ghosting saat jam kerja, sistem BKN pusat bakal langsung mendeteksi keanehan tersebut dalam hitungan detik.
Jangankan mau menyelamatkan orang lain, yang ada malah si pejabat ikut kena teguran keras juga dari pusat.
Jadi, kalau ada pejabat yang nekad menyelamatkan pegawai malas, sistem BKN pusat bakal langsung mendeteksi keanehan tersebut.
Meskipun demikian, ini bukan berarti hanya berlaku untuk meraka PPPK tapi juga catatan ini untuk semua pegawai selagi masi di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Boalemo
Singkatnya dari redaksi tidak untuk melangkahi dengan kesedaran sebagai manusia biasa, olehnya kunci aman mempertahankan pekerjaan cuma satu, hapus sifat mager, rajin absen, dan buktikan kinerja yang nyata.
Yang intinya, kerja memang di tuntut sesuai dengan aturan yang sudah di terapkan akan tetapi itu semua kembali ke diri kita masing-masing. (pd)





























