BOALEMO, pagata.id | Ada pesan menggelitik dari Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, saat membuka kompetisi siswa FL3SN, O2SN, dan OSN tingkat kabupaten, Selasa (19/5/2026).
Di tengah semangat kegiatan, Orang nomor 2 di pemerintahan bumi Idaman itu justru menyelipkan nasihat soal bagaimana cara patah hati yang elegan dalam sebuah perlombaan.
Lahmuddin menyoroti fenomena sebagian orang yang mentalnya mendadak cengeng saat tim atau anaknya kalah, lalu buru-buru mencari pembelaan lewat aplikasi smartphone.
“Jangan langsung meluapkannya di media sosial. Komunikasi langsung itu lebih efektif menyelesaikan masalah dibanding memperkeruh suasana,” tutur Lahmuddin

Dirinya mengingatkan, esensi lomba adalah membentuk mental juara yang tangguh, bukan melatih jari agar lihai mengetik kalimat sindiran.
Lagipula, mengadu langsung ke panitia jauh lebih terhormat daripada membiarkan masalah berlarut-larut digoreng oleh netizen yang hobi berkomentar tanpa tahu duduk perkaranya.
Sadar lingkungan sekolah tak bisa lepas dari gadget, Pemkab Boalemo sekalian memperkenalkan mainan baru yang jauh lebih berfaedah lewat launching Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berbasis aplikasi 2026/2027.
Dari pada kuota habis untuk status amarah, aplikasi ini hadir agar orang tua bisa memantau aktivitas anak di sekolah secara resmi.
Peringatan ini menjadi modal awal bagi seluruh kontingen untuk bertanding secara sehat, jujur, dan yang terpenting bebas dari drama jempol netizen. (pd)







