BOALEMO, pagata.id | Sebuah konsep segar diadopsi dalam penataan Haul KH. Umar Alamri dan KH. Muhammad Abubakar tahun ini. Tidak sekadar menjadi ruang ritual tahunan.
Agenda religi terbesar di Boalemo itu sengaja dikemas lebih dinamis untuk menjembatani syiar keagamaan dengan ruang komunal bagi generasi muda serta penguatan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Boalemo bersama Komda Alkhairaat Tilamuta sepakat untuk tidak lagi sekadar menggelar ritual doa bersama yang monoton.
Dalam rapat persiapan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, pada Sabtu (16/5/2026), cetak biru acara sengaja dirombak agar lebih hidup dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Lahmuddin menekankan pentingnya pematangan konsep acara sejak jauh hari, termasuk finalisasi layout panggung, penataan lighting (pencahayaan), serta kesiapan sarana pendukung lainnya demi memastikan seluruh rangkaian agenda berjalan tanpa kendala.
“Tiga hari menjelang tanggal 18 Juni 2026 akan diisi dengan berbagai kegiatan yang sudah disiapkan oleh panitia. Kami ingin haul tahun ini memberikan kesan mendalam bagi masyarakat,” ungkap Lahmuddin.


Nantinya, tiga hari sebelum malam puncak, suasana di sepanjang jalan arena utama haul akan langsung dihidupkan.
Panitia bakal menyulap kawasan tersebut menjadi ruang publik melalui kehadiran Coffee Street, pameran produk lokal UMKM, hingga panggung pentas seni Islami.
Kehadiran Coffee Street ini menjadi terobosan menarik. Konsep tersebut sengaja diangkat untuk menjadi ruang komunal yang santai namun tetap tertib, menjadi magnet bagi anak-anak muda Boalemo untuk berkumpul, berdiskusi, sekaligus merasakan atmosfer syiar keagamaan dalam balutan suasana yang hangat.
Setelah geliat ekonomi kreatif dan seni budaya berputar selama tiga hari, seluruh energi dan perhatian masyarakat akan ditumpahkan pada malam puncak kegiatan Kamis, 18 Juni 2026.
Mengingat bahwa pelaksanaan haul tahun ini akan menghadirkan sejumlah tamu penting dan tokoh-tokoh besar, panitia terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan penyambutan yang matang.
Pada malam inilah kekhusyukan ritual mencapai puncaknya. Ribuan jemaah diprediksi akan memadati area untuk melantunkan yasin dan tahlil bersama.
Namun yang membuat malam puncak ini terasa lebih mendalam adalah adanya ruang khusus untuk pertemuan lintas generasi antar Abna Alkhairaat.
Momen ini didesain sebagai ruang temu emosional di mana para tokoh senior dan anak-anak muda duduk bersila di saf yang sama, melebur sekat usia untuk saling menguatkan tali silaturahmi sekaligus menjaga api tradisi keagamaan leluhur agar tetap kokoh.
Perkiraan besarnya skala acara, kehadiran tamu-tamu penting, serta potensi lonjakan jemaah yang luar biasa, rekayasa lalu lintas ketat sudah disiapkan oleh Dinas Perhubungan untuk menjamin kenyamanan peziarah yang datang.
“Kami meminta seluruh panitia agar bekerja maksimal agar pelaksanaan haul tahun ini berlangsung lebih tertata, meriah, dan memberi kesan mendalam bagi masyarakat,” pungkas Wabup Lahmuddin. (pd)







