pagata.id | Satu demi satu tabir misteri di balik hilangnya Elsanti Ibrahim alias Eca (21) kembali mulai ditarik ke permukaan.
Usai menyisir sejumlah lokasi di Desa Mekar Jaya, lingkaran penyelidikan aparat kepolisian kini bergerak lebih dekat ke orang-orang yang berada di sekeliling korban.
Penyidikan kasus ini kembali menunjukkan titik krusial setelah dua orang yang disebut memiliki keterkaitan dengan Eca diminta untuk menghadap ke Polsek Wonosari.
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Wonggahu, Rahmat H. Bula, seperti yang sudah dikonfirmasi langsung oleh redaksi Tingohu.id
Rahmat membenarkan bahwa dirinya mendapatkan kabar dari pihak kepolisian mengenai adanya permintaan agar pria yang disebut sebagai pacar Eca serta seorang teman yang disebut sebagai orang terakhir bersama Eca untuk segera menghadap.
Lantas, apa yang sebenarnya ingin diurai dari pemanggilan ini?
Kendati demikian, belum diketahui secara pasti apakah keduanya dimintai keterangan sebagai saksi atau dalam kapasitas lainnya, mengingat belum ada keterangan resmi kepolisian mengenai materi pemeriksaan tersebut.
Pemanggilan ini tentu bukan tanpa sebab. Langkah tegas tersebut berjalan beriringan dengan serangkaian tindakan senyap yang dilakukan aparat sebelumnya.
Berdasarkan konfirmasi kepada Kepala Desa Mekar Jaya, polisi sempat bergerak melakukan penggeledahan di tiga lokasi pada Sabtu (26/9/2026) sore.
Seperti yang diberitakan sebelumnya oleh redaksi kami, tiga titik tersebut meliputi rumah pemilik sepeda motor yang sempat digunakan Eca, sebuah bengkel, hingga sebuah rumah yang kerap menjadi tempat Eca berkumpul.
Dalam penggeledahan itu, pihak desa menyatakan tidak ada barang yang disita di lokasi.
Namun, sorotan publik tetap tertuju pada penguasaan telepon seluler milik pemilik motor yang hingga kini masih diamankan oleh pihak kepolisian.
Di tengah rasa penasaran masyarakat yang kian memuncak terhadap kelanjutan kasus ini,
Olehnya redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi langsung dari Polres Boalemo terkait status pemeriksaan dua orang dekat korban yang baru saja dipanggil.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi liar, serta menghindari penyebaran tudingan terhadap pihak tertentu sebelum adanya pengumuman dan bukti resmi dari aparat penegak hukum. ** (pd)





























