pagata.id | Rangkaian Haul Akbar pendiri Pondok Pesantren Al Khairaat Tilamuta, KH Umar Alamri dan KH Mohammad Abubakar, tidak hanya menjadi ruang kekhusyukan ibadah, tetapi juga pusat keramaian baru bagi Masyarakay Boalemo.
Sesuai dengan agenda yang telah dirancang panitia sebelumnya, kawasan acara kini diramaikan oleh para pelaku UMKM, terutama para pedagang street coffee.
Para penjual kopi yang biasanya beroperasi di area Alun-Alun Tilamuta—atau yang akrab dikenal dengan sebutan KM Nol kini sengaja direlokasi sementara waktu untuk memeriahkan festival di sepanjang jalan kawasan pesantren.
Berdasarkan pantauan redaksi di lokasi pada Jumat (17/7/2026) malam, kawasan lapak kopi ini tampak dipadati pengunjung. Suasana malam terasa hidup dan hangat.

Terlihat para santri, keluarga santri yang datang bersama, hingga tamu dari berbagai kini membaur menjadi satu. Ada yang berjalan-jalan melihat pameran, dan banyak pula yang asyik nongkrong di booth-booth penjual kopi.
Salah seorang pengunjung asal Tilamuta, Kiki (25), mengaku senang dengan konsep haul tahun ini yang menggandeng anak-anak muda pegiat kopi.
“Suasananya seru dan beda dari biasanya. Kita bisa sekalian silaturahmi, melihat pameran religi, lalu nongkrong minum kopi di sini. Kebetulan saya sering ngopi di KM Nol, jadi pas tahu mereka pindah ke sini selama acara haul, saya langsung datang bersama teman-teman,” ujar Kiki.
Antusiasme yang tinggi ini membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha. Kebijakan panitia untuk memindahkan pusat keramaian KM Nol ke area pesantren dinilai sangat tepat dan berdampak langsung pada kantong para pedagang.

Zul, salah satu pemilik lapak street coffee yang ikut direlokasi, mengaku terkejut dengan omzet yang ia dapatkan selama beberapa hari terakhir.
“Awalnya sempat ragu waktu panitia mengajak pindah sementara ke area haul. Tapi ternyata keputusannya tepat sekali. Pengunjung di sini luar biasa ramai, dari sore sampai malam tidak putus-putus. Alhamdulillah, omzet kami naik drastis dibanding hari biasa saat berjualan di alun-alun,” ungkap Zul sembari meracik kopi pesanan pelanggan.
Kolaborasi apik antara pihak panitia Haul Akbar Al Khairaat Tilamuta dan komunitas UMKM lokal ini membuktikan bahwa kegiatan keagamaan berskala besar mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang efektif di Kabupaten Boalemo. (pd)







