pagata.id | Niat hati ingin rileks mencari hiburan di media sosial, warga Boalemo justru disuguhi sinetron aksi dunia nyata yang bikin senam jantung.
Dimana sebuah rekaman yang mempertontonkan penarikan kendaraan oleh debt collector mendadak melintas dan sukses membuat tensi netizen se-kabupaten naik drastis.
Bukan sekadar lewat di beranda, video yang disiarkan langsung oleh akun facebook @Ivana.Idus itu meledak luas dan viral seketika.
Bayangkan saja, aksi penarikan kendaraan yang berlokasi di Kecamatan Botumoito tersebut sudah dibagikan lebih dari 3.700 kali dan diserbu 2.800 lebih komentar netizen yang ikut emosi.
Apalagi peristiwa itu terjadi di daerah pemilihan (Dapil) dari wakil rakyat Boalemo, Aris Munandar Rahim. Tak heran jika jeritan dan amarah warga dari dunia maya itu pun akhirnya merembet, ke suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Boalemo, Selasa (21/7/2026).
Ditengah agenda formal pembahasan Rancangan KUA-PPAS TA 2027 bersama jajaran eksekutif, perilaku arogan para juru tagih itu mendadak diseret ke meja peripurna.
Melihat konstituen di dapilnya dibuat resah, Aris Munandar Rahim dari Partai yang berlambangkan matahari itu, langsung mengambil alih panggung.
Saat membacakan Sikap Akhir Fraksi, Aris tanpa ragu membongkar kelakuan para juru tagih di hadapan pimpinan dewan, pimpinan daerah, hingga para pejabat dinas yang hadir dalam paripurna.
“Izin Pak Bupati, Ketua. Mungkin kita sudah melihat di platform Facebook hari ini ramai dengan penarikan lagi yang dilakukan oleh debt collector. Dan tentunya hari ini Pak Kapolres, mohon maaf, saya menegaskan di rapat paripurna ini atas ketegasan hukum dari Kepolisian agar supaya debt collector yang meresahkan masyarakat, ini tidak terjadi lagi,” ujar Aris disela penyampain pandangan fraksi.

Aris menyindir, ulah asal comot kendaraan oleh juru tagih ini bukan cuma merusak suasana hati masyarakat, tapi juga sukses bikin tensi melonjak drastis.
Kalau pembiaran ini terus berlanjut, bisa-bisa kena serangan jantung tiap kali ada orang asing begitu ketemu dijalan langsung brutal ngegas!
Sebab itu, dirinya menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum untuk segera bertindak cepat membersihkan praktik intimidasi tersebut hingga bersih tak berbekas.
“Demi kenyamanan kita, masyarakat Kabupaten Boalemo sangat mengharapkan kepada Pak Kapolres untuk mengusut tuntas debt collector-debt collector yang meresahkan masyarakat,” tutupnya dengan nada tegas.
Kendati sempat melontarkan masukan tajam yang membuat atmosfer persidangan makin berbobot, Fraksi Gerindra tetap bersikap kooperatif.
Mereka secara resmi merestui Rancangan KUA-PPAS TA 2027 untuk melangkah ke tahapan berikutnya, tentunya dengan pesan khusus:
Masalah juru tagih ini wajib ditertibkan, supaya warga Boalemo bisa tidur tenang tanpa khawatir kendaraannya mendadak lenyap! (pd)







